Monday, 27 August 2012
Sustamine (L-Alanyl-L-Glutamine)
Tiap orang pasti pernah denger glutamine. Sodaranya, l-alanyl-l-glutamine, mungkin belom pernah elo denger. Bahkan nama kerennya, sustamine, koq lebih mirip nama band grunge, ya ga?
Alanylglutamine itu bentuk stabil dari glutamine yang gampang dilepasin ke seluruh tubuh. Tapi apa sih kelebihan dipeptide ini yang sebenernya udah elo dapetin dari suplemen glutamine dan alanine?
Sebelum bahas alanylglutamine, kita review dulu l-alanine dan l-glutamine. Abis itu baru elo ngerti kenapa dipeptide ini bisa bantu atlet atau pelatih fisik buat dapetin apa yang mereka mau.
Alanine masuk kategori asam amino non-esensial. Kalo glutamine itu esensial. Keduanya berguna dalam penukaran nitrogen antara jaringan yang satu dengan yang lain, juga berguna dalam produksi dan/atau penyimpanan glukosa.
Keduanya bikin hidrasi. Secara signifikan, keduanya sangat dipengaruhi oleh latihan yang berat dan bermacam bentuk stres pada fisiologi kita. Keduanya mirip seperti pasangan dalam dunia suplemen. Fungsi alanine dan glutamine ga cuma paralel, tapi juga sinergis.
Alanine itu asam amino terpenting yang gunanya ngangkut nitrogen dari otot ke hati. Kadang-kadang kerangka karbon asam amino itu bisa dikonversi jadi glukosa sebagai bagian dari proses yang disebut glucose-alanine cycle.
Glutamine itu pembawa utama antara sel-sel nitrogen yang berasal dari pemecahan protein dan bikin glucose-like peptide-1 (GLP-1) terstimulasi. Jadi glutamine bantuin jaga kadar glukosa darah dan jadi support sintesa glikogen.
Kedua asam amino ini dengan cara yang sinergis bikin hidrasi jadi lebih baik. Alanine mempengaruhi volume dan hidrasi sel dengan cara ningkatin konsentrasi potasium antar-sel, jadi bikin air ketarik ke dalam sel. Sementara glutamine bantuin jaga keseimbangan asam-basa tubuh secara keseluruhan, sebab amonia yang dipecah dari asam amino dan dibawa ke ginjal mempengaruhi peredaran air.
Karena latihan yang berat dan bermacam bentuk stres pada fisiologi, kedua asam amino ini dilepasin dari otot dalam konsentrasi yang signifikan. Kalo konsentrasi asam amino ini di dalam otot ga diisi ulang, performa dan recovery dari latihan, belum lagi fungsi imun, pertumbuhan otot, dan fungsi-fungsi biologis lainnya bisa terganggu.
Kalo digabungin keduanya, ga heran kenapa bodybuilder atau atlet banyak dapetin manfaat dari alanine dan glutamine secara bersamaan.
Balik lagi ke l-alanyl-l-glutamine. Ga seperti keseluruhan protein dimana semua cabang peptide berbagai ukuran terkandung di dalamnya, beberapa di antaranya punya ribuan ikatan peptide, alanylglutamine cuma punya satu ikatan peptide yang bikin l-alanine dan l-glutamine terhubung.
Fragmen peptide tunggal ini disebut dipeptide. (Kalo ada asam amino ketiga ditambahin ke ikatan ini, jadinya disebut tripeptide. Pecahan protein dengan lebih dari tiga asam amino yang tergabung disebut dengan oligopeptides.)
Kelebihan dipeptide kalo dibandingin dengan dua asam amino bebas trus dicampur jadi satu ada pada kestabilan, kelarutan dan efisiensi penyerapannya. Apalagi pada waktu l-glutamine diturunin ke amonia dengan cepat dan dimasukin ke larutan, ga mudah larut. Alanylglutamine justru sangat mudah larutnya.
Beberapa penelitian malah ada yang bilang kalo dipeptide ini bisa tetep stabil sampe lebih dari lima tahun loh! Dan juga kalo asam amino bebas saling berebut buat diserap melalui transporter asam amino yang paling selektif, dipeptide malah diserap dengan lebih efisien melalui transporter yang paling ga selektif, yang disebut transporter PEPT1.
Istilahnya transporter asam amino itu kaya 'tukang pukul' yang jaga di pintu masuk club yang milih-milih pengunjung, dimana cuma pengunjung yang masuk kategori high level aja yang diijinin masuk. Transporter PEPT1 itu kaya 'tukang pukul' yang ga peduli siapa aja yang mau masuk, pokoknya asal datengnya berpasangan atau berkelompok bertiga, ya udah. Karena aksesnya yang lebih mudah itulah konsentrasi asam amino darah bisa naik dengan cepat kalo mengkonsumsi di- dan tri-peptides ketimbang asam amino bebas.
Uji coba pada hewan, abis disuntikin alanylglutamine, ternyata terjadi peningkatan retensi nitrogen dan pertambahan berat badan; penurunan kerusakan otot dan protein di seluruh tubuh dan oksidasi leucine; peningkatan integritas, fungsi dan sirkulasi usus; dan penurunan kerusakan jaringan.
Sayangnya, sedikit sekali penelitian tentang alanylglutamine yang dikonsumsi secara oral dibandingin secara klinis. Dr Roger Harris dan Dr Jay Hoffman yakin kalo konsentrasi glutamine dalam darah naik hampir 60% pada saat nenggak minuman yang mengandung alanylglutamine dibandingin cuman l-glutamine doank. Kerennya lagi, total konsentrasi glutamine plasma meningkat hampir 126% kalo minum alanylglutamine.
Fakta ini dan yang lain ngasih indikasi kalo konsentrasi alanyl dan glutamine dalam darah naik secara signifikan kalo minum suplemen alanylglutamine. L-glutamine yang dihasilin ini gunanya buat sintesa l-citrulline dan l-arginine.
Yang lebih keren lagi, kalo alanylglutamine ini dikonsumsi terus-terusan bisa ningkatin konsentrasi glutamine dalam otot ketimbang kalo cuma konsumsi l-glutamine doank. Cuma ga ada bedanya penyimpanan glutamine dalam otot pas abis latihan baik itu dengan minum glutamine dalam bentuk bebasnya atau dalam bentuk dipeptide.
Konsumsi yang terus-terusan, baik dipeptide atau dosis seimbang l-alanyl dan l-glutamine abis latihan, hasilnya ga ada bedanya buat glutamine plasma, respon pembakaran atau kapasitas antioksidasi.
Meski ga banyak, ada juga peneliti yang ngasih laporan yang ga jelas antara dipeptide dengan asam amino dalam bentuk bebas.
Kalo nambahin alanylglutamine ke minuman rehidrasi hasilnya bisa lebih efektif buat ningkatin penyerapan air dan elektrolit ketimbang minum glutamine doank atau minuman yang ada glukosanya.
Dalam penelitian Hoffman dan temennya, mereka ngambil kesimpulan kalo peningkatan kemampuan yang mereka amati di sekolah dimana anak yang main sepeda sampe bener-bener kecapean itu karena terjadinya peningkatan penyerapan air dan elektrolit sehabis minum minuman yang ada alanylglutamine-nya. Nenggak minuman yang ada sustamine-nya bisa nunda rasa cape karena dehidrasi yang ga kerasa hampir 190% kalo dibandingan ama kondisi dehidrasi yang sebenernya.
Timnya Hoffman juga ngasih bukti kalo 1 g alanylglutamine per 500 ml air bisa tetep jaga kemampuan skill atletis dan secara visual waktu reaksinya lebih baik ketimbang minum air putih doank. Atlet cewe yang dehidrasi trus minum dengan dosis dipeptide-nya didobelin per 500 ml air, rasa capenya hilang, tapi tetep ga ningkatin performa dan waktu reaksinya.
Meski ga ada penelitian yang nunjukin kalo alanylglutamine oral bikin hipertrofi atau kekuatan otot kedorong, kayanya efek itu bakalan diteliti pada kondisi volume latihan yang tinggi, asupan karbo yang bener-bener rendah, hidrasi yang kurang atau kombinasi dari ketiganya.
Lo mungkin cuma ngabisin duit doank kalo beli produk yang ada n-acetyl-l-glutamine atau alpha-ketoisocaproyl-glutamine (aKIC-glutamine). Keduanya, baik itu acetyl atau aKIC, emang stabil sih, cuma bukti nunjukin kalo keduanya itu glutamine yang susah dibawa darah.
Glycyl-l-glutamine emang dipeptide glutamine yang stabilnya sama, tapi alanylglutamine lebih cepet bersih trus lebih ningkatin glutamine plasma ketimbang glycylglutamine.
Dosis alanylglutamine yang disaranin ama timnya Hoffman buat nunda kecapean pas latihan itu antara 45 mg sampe 180 mg per kg berat badan. Kira-kira antara 4-16,5 g alanylglutamine buat orang yang beratnya 90 kg.
Dosis harian alanylglutamine, teorinya didasarin data yang diambil dari hewan, efektifnya kira-kira 220 mg per hari. Kalo berat lo 90 kg, konsumsinya sampe 20 g per hari.
Yang mesti lo inget, karena degradasi l-glutamine ke ammonia rada cepet, lo mesti milih RTD dan bar yang udah diformulasiin dengan alanylglutamine ketimbang glutamine doank. Kalo lo lebih suka glutamine bubuk, cari dipeptide-nya yang lebih stabil.
Pas latihan, konsumsi alanylglutamine sebelum dan selama latihan buat bantu support hidrasi, transport elekrolit dan metabolisme glukosa dan BCAA; dan konsumsi lagi abis latihan buat support recovery.
Konsumsi sedikitnya 4-5 g alanylglutamine secara periodik bisa jaga konsentrasi glutamine plasma yang udah naik. Sebaiknya lo ambil 5 g sebelum, 10 g selama dan 5 g seabis latihan.
Pas lagi ga latihan, konsumsi alanylglutamine dengan dosis dibagi rata sepanjang hari, bagusnya bareng ngemil yang ada karbonya. Konsentrasi glycogen lo bisa optimal.
Ada koq bahan aktif lain yang bisa naikin efek glutamine sama kaya alanylglutamine. Contohnya sodium dan elektrolit lain, BCAA, glycine plus cysteine (atau penopang cysteine kaya n-acetylcysteine atau methionine), arginine dan/atau citrulline, alpha-ketoglutarate dan glukosa atau n-acetyl-glucosamine.
Lo ga perlu ngatur siklus konsumsi alanylglutamine. Ada bukti kalo nenggak terus-terusan, kalo dibandingin ama asupan yang sekali-sekali, hasilnya konsentrasi glutamine otot lebih tinggi, versus kalo konsumsi l-glutamine doank.
Tambah lagi kalo lo udah baca beberapa hasil penelitian yang ngasih variabel outcome positif yang nyaranin konsumsi glutamine sebelum 'catabolic assault', bikin lo tambah yakin buat konsumsi glutamine sebagai tindakan preventif.
Karena bodybuilder, secara harfiah, terus-terusan nyerang tubuhnya dengan stress pas latihan, masuk akal kan kalo glutamine dikonsumsi terus-terusan.
Banyak data yang ngasih info tentang keamanan penggunaan alanylglutamine baik sekali-sekali atau terus-terusan. Contohnya, "NO Adverse Events Level' buat alanylglutamine udah ditetapin sebagai penggunaan dosis tertinggi yang pernah diuji coba sama tikus.
Ini udah sesuai sama dosis setara kira-kira 462-532 mg alanylglutamine per kg berat badan per hari buat cowo dan cewe. Buat cowo yang beratnya 90 kg, dosis hariannya bisa lebih dari 41,5 g per hari.
Meski riset buat alanylglutamine oral dan efeknya buat performa dan komposisi tubuh masih terlalu dini, dari data yang udah ada kayanya cukup ngasih harapan.
Fungsinya yang buat ngerawat protein otot, buat support ketahanan atau performa latihan intensitas tinggi dan recovery, buat support buat latihan dalam kondisi panas, bikin hidrasi sama fungsi sistem imun kedorong, dan sebagai tambahan menu buat diet rendah karbo, semuanya bikin alanylglutamine suplemen yang mesti ada dalam kotak suplemen elo.
Labels:
Supplementation
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment