Zat psikoaktif paling populer di dunia, kafein. Sebelumnya kafein belum pernah mendapatkan ketenaran sebagai minuman perangsang dalam bentuk kopi, teh dan dalam banyak jenis minuman energi. Jenis yang terakhir ini menggebrak pasar dengan cepat akhir-akhir ini.
Bahkan minuman yang targetnya para kaum muda, seperti Mountain Dew dan Coke, juga mengandung kafein, meski dalam kadar yang masih masuk akal, cukuplah untuk mendapatkan perhatian dari berbagai lembaga kesehatan.
Di Amerika sendiri per harinya setiap orang mengkonsumsi 168 mg kopi, atau 1,5 cangkir untuk setiap penduduk yang berjumlah 275 juta jiwa. Tentu saja secara signifikan banyak yang mengkonsumsi lebih dari ini. Kafein merupakan drug yang bisa membuat kita ketagihan. Akankah kita mendapatkan manfaat dengan minum kopi di pagi hari dan mengkonsumsi produk lain yang mengandung kafein sepanjang hari?
Agak susah ditarik kesimpulan konsekuensi apa yang akan kita dapatkan dengan mengkonsumsi kafein secara berkala dalam jangka waktu lama. Tapi yang jelas, telah terbentuk opini umum pada masyarakat 'dunia harus menyukai drug yang satu ini' dan efeknya yang membuat kita bersemangat.
Dapat dikatakan bahwa kafein, selain fungsinya sebagai stimulan yang paling banyak dikonsumsi di dunia, merupakan salah satu drug pertama yang digunakan secara massal. Berawal dari Ethiopia, kopi meraih popularitas di Timur Tengah pada abad keempat.
Orang Cina sudah minum teh sejak ribuan tahun lalu, dan kaum sufi di Yaman mengkonsumsinya dalam bentuk kopi pada abad kelima belas sebagai obat agar tetap terjaga dalam menjalankan ibadahnya. Sebuah legenda mengatakan bahwa Bodhidharma, pemimpin umat Buddha ke-28 di India, pada saat memotong kelopak matanya agar dapat bermeditasi lebih lama, membuangnya ke tanah dimana tepat di sana tumbuhlah tanaman teh pertama.
Kopi menyebar luas sampai ke Istambul, Kairo dan Mekah pada abad keenam belas. Seratus tahun kemudian, kopi untuk pertama kalinya tiba di Eropa. Sebagai zat yang populer, terutama dalam bentuk minuman, kafein, tampaknya telah menopang kebudayaan dimana mereka tumbuh dan berkembang.
Kecanduan kafein, yang secara medis dikenal sebagai trimethylxanthine (xanthene alkaloid), kemungkinan berasal dari rasa bersemangat dan efek merangsang otak yang ditimbulkannya. Meskipun banyak cara untuk bisa menikmati kafein, kebanyakan lebih menyukai lewat indra pengecapnya. Kafein murni berbentuk kristal putih, dan rasanya sangat pahit.
Sebelum digunakan dalam bentuk produk komersial, kafein diambil dari berbagai sumber: teh, pohon kopi, guarana berry, kacang kola, kakao, yerba mate.
Pada dasarnya kafein merupakan stimulan sistem saraf pusat. Kafein digunakan secara medis untuk menstimulasi fungsi jantung dan sebagai diuretik ringan (untuk memproduksi urin dan membantu mengeluarkan air dari tubuh dengan menghalangi penyerapan kembali sodium dan air dari ginjal). Namun kegunaannya yang paling utama, sebagaimana disebutkan di atas, sebagai energi pendorong rasa nyaman yang meningkatkan perasaan waspada.
Sebagaimana disebutkan di atas, kafein dapat dijumpai dalam berbagai produk. Kuantitasnya dapat bervariasi. Banyak minuman terkenal yang mengandung kadar kafein yang mengejutkan bila dibandingkan dengan rata-rata secangkir kopi yang mengandung sekitar 100 mg.
Kafein menstimulasi tubuh dengan mengaktifkan sympathetic branch sistem saraf pusat yang memicu peningkatan denyut jantung, memperbaiki aliran darah dan tekanan darah ke otot, pelepasan glukosa oleh hati dan penurunan aliran darah menuju kulit dan organ dalam.
Sistem saraf pusat distimulasi oleh hormon epinefrin (adrenalin) yang dilepaskan dari kelenjar di bawah otak, yang biasanya merupakan respon karena merasa terancam.
Efek yang disebut dengan competitive inhibition, yang menyebabkan gangguan pada jalur yang biasanya berfungsi untuk mengatur konduksi saraf (dengan menekan potensi post-synaptic), terjadi ketika kafein, yang secara struktural sangat mirip dengan molekul adenosin, mengikat permukaan reseptor adenosin tanpa mengaktifkannya.
Adenosin memainkan peranan penting dalam tidur dan terjaga. Kafein, dengan mengikat reseptor adenosin, mencegah over-akumulasi adenosin di dalam sel, dan hasilnya menghilangkan efek yang membuat kita tertidur. Proses ini akhirnya menyebabkan pelepasan epinefrin dan stimulasi sistem saraf pusat.
Dapat ditarik kesimpulan, kafein dapat digambarkan sebagai zat yang menggagalkan salah satu proses utama yang membuat sistem saraf tenang, dan bukan sebagai zat yang menciptakan energi.
Satu hal lagi, di dalam sel kita, kita mempunyai molekul yang dikenal dengan cyclic AMP (molekul yang berperan sebagai pembawa kedua, yang membawa sinyal dari permukaan sel ke protein) yang berfungsi sebagai pembawa di dalam proses pelepasan epinefrin. Kafein menyebabkan cyclic AMP tersimpan di dalam sel sehingga memblokir pemindahannya. Hal ini berakibat mengintensifkan dan memperpanjang kerja epinefrin.
Kafein berperan sebagai erogenik (memperbaiki kapasitas fisik dan kerja mental seseorang) berdasarkan efek yang dijelaskan sebelumnya, bekerja sama baiknya dengan berbagai metabolit (molekul yang lebih kecil yang melayani berbagai fungsi biologis sebagai hasil dari metabolisme).
Metabolit kafein dan kegunaannya masing-masing adalah sebagai berikut:
- Teobromin: meningkatkan oksigen dan aliran nutrien ke otak, sebagai vasodilator.
- Teofilin: melemaskan otot polos (terutama bronkiolus) dan meningkatkan efisiensi detak jantung.
- Paraksantin: membantu lipolisis (penghancuran lemak menjadi energi).
- Meningkatkan kemampuan atlet
- Memperbaiki kepekaan mental
- Memperbaiki komposisi tubuh
- Sebagai zat terapi
Dengan kecanduan kafein, tubuh menjadi sensitif terhadap neurotransmiter di otak yang disebut adenosin ketika asupan kafein berkurang. Hal ini menyebabkan turunnya tekanan darah dengan cepat, dan akibatnya kepala menjadi kelebihan darah. Oleh karena itulah kita sering mendengar sakit kepala yang diasosiasikan dengan berkurangnya kafein. Hal ini mengindikasikan kecanduan.
Kafein akan hilang antara 12 sampai 24 jam setelah cangkir kopi terakhir atau produk berkafein lainnya. Selain sakit kepala, gejala lain yang mungkin timbul adalah kelelahan, mual, mengantuk, gampang marah dan gelisah. Kasus yang lebih ekstrim bisa mengakibatkan depresi dan berkurangnya motivasi dan konsentrasi.
Seperti drug lainnya, tubuh akan terbiasa dengan kafein sehingga pengaruhnya akan semakin berkurang. Dengan kata lain, dibutuhkan lebih banyak kafein untuk mendapatkan efek yang sama. Trik bagi Anda yang ingin merasakan efek kafein tanpa mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak adalah dengan berhemat. Dengan kata lain, gunakan jika butuh, ketimbang mengkonsumsinya secara terus-menerus.
Catatan penting, bahwa jika atlet ingin menggunakan kafein sebagai suplemen erogenik untuk sebuah even olahraga atau sesi latihan, lebih baik untuk tidak mengkonsumsinya selama 48 jam ke depan. Ketika tubuh membiasakan diri terhadap efeknya (bagi Anda yang mengkonsumsi paling tidak tiga cangkir sehari), kafein kemungkinan tidak akan memberikan efek yang signifikan.
Kafein merupakan drug yang digunakan secara luas karena beberapa alasan, antara lain memberikan efek stimulasi yang dapat diandalkan, memberikan keuntungan secara fisik dan mental, banyak terkandung dalam produk yang populer dan digunakan untuk tujuan medis dan terapi.
Jika konsumsi kafein dihentikan besok, 70% produktivitas dunia akan menurun dengan tajam. Seolah-olah telah terjadi ketergantungan yang meluas terhadap kafein ini. Dengan popularitas dan manfaatnya, penggunaan kafein secara tak berlebihan bukanlah hal yang buruk.
No comments:
Post a Comment