Wednesday, 20 June 2012

Amino: Kunci Sukses Membentuk Tubuh


Selama proses pencernaan, semua sumber protein seperti susu, daging dan telur dipecah ke dalam unsur dasarnya yaitu asam amino. Ada 22 jenis asam amino yang kita kenal. Delapan di antaranya masuk kategori esensial, yang tidak bisa disintesa oleh tubuh tetapi harus disuplai melalui makanan.

Semua asam amino esensial memiliki fungsi yang vital dalam pertumbuhan dan kekuatan otot. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa amino esensial dibutuhkan dalam proses sintesa protein otot. Beberapa di antaranya memiliki fungsi yang lebih vital dibandingkan dengan yang lain.

Valine, isoleucine dan leucine secara bersamaan kita kenal sebagai branched-chain amino acids (BCAA). Dinamakan seperti itu karena struktur molekulnya yang menggambarkan rantai karbon yang bercabang yang menyebar keluar dari struktur karbon utamanya. BCAA ini unik karena tidak dimetabolismekan di hati melainkan di otot. Itulah sebabnya mereka disebut amino otot.

Leucine menonjol karena memiliki sifat anabolik yang paling tinggi. Jika Anda melihat iklan suplemen yang mengklaim 'mengatasi batasan genetika' dan memberikan gambaran tentang sintesa protein yang rumit, Anda mungkin sedang melihat gambaran ilustrasi molekul BCAA, terutama leucine.

Beberapa suplemen protein yang populer, seperti whey, bekerja efektif karena kandungan BCAA-nya yang tinggi; meskipun amino yang lain di dalamnya, seperti cysteine, juga memberikan manfaat kesehatan.

BCAA menjadi cadangan protein di otot ketika melakukan diet rendah karbohidrat. Pada saat glikogen disimpan di otot dan fungsi hati menurun karena asupan karbohidrat yang terbatas, tubuh cenderung untuk memanfaatkan amino otot sebagai sumber energi. Akan semakin tampak nyata ketika kalori total semakin turun karena latihan atau ketika lemak tubuh berada di bawah titik tertentu.

Semakin kering tubuh Anda, semakin tinggi resiko tubuh memanfaatkan asam amino otot yang tersimpan, terutama ketika melakukan aerobik. Mengkonsumsi BCAA sebelum kardio, tentu saja membuat tubuh tidak melahap amino otot, sehingga dapat mencegah dampak rusaknya protein otot ketika latihan.

Kontroversi yang lain yang berhubungan dengan BCAA adalah apakah BCAA dapat meningkatkan performa atau efisiensi latihan. Dalam salah satu penelitian yang dipresentasikan di konferensi National Strength and Conditioning Association pada tahun 2004, enam pria sehat mengkonsumsi masing-masing BCAA, kemudian latihan beban. Ketika mereka mengkonsumsi BCAA, kadar hormon stres kortisol dan creatine kinase, enzim yang dilepaskan ketika otot rusak, menurun dan testosteronnya naik. Peserta yang memiliki lebih banyak lemak tubuh membutuhkan dosis BCAA yang lebih besar untuk merasakan efek anaboliknya.

Penelitian menunjukkan hubungan antara oksidasi (pembakaran) lemak di otot dan oksidasi BCAA berikutnya di tubuh. Latihan meningkatkan aktivitas enzim (BCKDH) yang mengontrol oksidasi BCAA. Hal ini menyebabkan latihan apa saja yang memicu oksidasi lemak juga meningkatkan kebutuhan asupan BCAA. Itulah sebabnya mengapa mereka yang melakukan latihan endurance, dimana menggunakan lemak sebagai sumber energinya, membutuhkan lebih banyak BCAA. Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang melakukan latihan aerobik secara ekstensif untuk menghilangkan lemak tubuh.

Salah satu manfaat terbesar dari BCAA adalah untuk melindungi otot ketika latihan keras. Dalam sebuah penelitian yang mengambil perenang sebagai subyeknya, diberi BCAA. Kerusakan otot yang biasanya mengikuti program latihan intensif ternyata menurun.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengkonsumsi asam amino, termasuk BCAA sebelum latihan, memicu proses anabolik. Hal ini disebabkan karena aliran darah yang meningkat yang disebabkan oleh latihan memicu asam amino yang lebih banyak masuk ke dalam otot.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa BCAA membantu mengurangi kerusakan otot sepanjang latihan dan menghilangkan rasa sakit otot yang datang belakangan setelah latihan yang intens.

Enam belas wanita dan empat belas pria mengkonsumsi 5 gram BCAA sebelum melakukan 7 set 20 rep squats, istirahat dua menit di antara tiap set. Rasa sakit yang mereka rasakan berkurang secara signifikan. Efek ini lebih dirasakan oleh pria dibanding wanita.

Lawan dari hormon stres kortisol yang menyebabkan keletihan pada otot adalah hormon anabolik, seperti testosteron, hormon pertumbuhan dan insulin. BCAA merangsang aktivitas ketiga hormon anabolik ini. Itulah sebabnya mengapa BCAA disebut sebagai cadangan protein otot. Leucine merupakan pasangan yang penting bagi insulin, bersama-sama dengan amino esensial, membantu sintesa protein otot.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa leucine menjaga otot pada saat diet untuk menghilangkan lemak tubuh. Jika Anda juga melakukan aerobik pada saat diet, konsumsilah suplemen BCAA sebelum latihan, kira-kira 5 gram, untuk menghalangi berkurangnya massa otot. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari BCAA, konsumsi juga vitamin B1 (thiamine) yang dibutuhkan untuk metabolisme BCAA.

1 comment: